Minggu, 08 April 2012

Rahasia Metode Orang-Orang Yahudi dalam Belajar

Salah satu rahasia dari kecerdasan orang-orang yahudi yang membuat mereka mampu menguasai pendidikan, media, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, hiburan, dan sebagainya adalah rahasia metode dalam belajar. Metode belajar yang dimiliki orang-orang Yahudi membuat golongan ini sedemikian cerdas. Metode yang dimiliki orang-orang yahudi sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja selain yahudi, termasuk orang-orang indonesia. Tapi, pada umumnya bangsa-bangsa lain tidak peduli terhadap metode belajar orang-orang yahudi ini, sehingga mereka selamanya tertinggal dari yahudi.

Metode ini bukan hanya sekedar metode dalam belajar, tapi sudah menjadi tradisi mereka. Metode-metode tersebut adalah :

  1. Bersandar pada keyakinan. Artinya, orang-orang yahudi selalu percaya dan yakin pada ingatan yang mereka miliki.
  2. Menulis segala pelajaran, baik yang diperoleh di sekolah, lingkungan masyarakat, teman, maupun keluarga, dengan jelas dan memakai tinta hitam. Dalam falsafah orang-orang Yahudi, ilmu adalah pancing, sedangkan tulisan adalah ikatannya. Jadi, pancing tidak akan berfungsi bila tidak diikat dengan kuat, yaitu dengan tulisan.
  3. Belajar dengan seorang hevrutah (pasangan belajar), dengan suara keras dan bernada.
  4. Belajar pada saat berjalan atau bergerak sambil bolak-balik. Orang-orang Yahudi melakukan hal tersebut dengan hati penuh bahagia.
  5. Belajar di tempat yang penuh inspiratif. Bagi Yahudi, tempat yang inspiratif disesuaikan dengan kondisi jiwa, hati, suasana, dan perasaan. Artinya, tempat inspiratif itu tidak tetap dalam setiap harinya. Bisa saja hari ini belajar di bawah pohon atau di dekat bunga, tapi besok berubah ke taman bunga.
  6. Menghindari segala gangguan yang dapat merusak kosentrasi dan mengalihkan perhatian saat belajar.
  7. Menggunakan teknik-teknik kosentrasi, yaitu doa, iringan musik, dan minum sebelum belajar agar badan terasa segar, atau hal-hal lain yang dapat memotivasi belajar.
  8. Memulai belajar dengan membaca sesuatu yang ringan dan menarik. Orang-orang Yahudi belajar dari hal yang paling gampang ke hal yang paling sulit. Mereka tidak pernah menyalahi atau membalik metode itu, yaitu belajar dari yang paling sulit ke yang paling gampang.
  9. Belajar saat badan terasa fit, tidak mengantuk, dan pikiran sedang segar. Cara ini jauh lebih baik meskipun lama belajar hanya 1 jam, daripada belajar selama 3 jam namun badan terasa letih.
  10. Pada saat orang-orang Yahudi belajar, mereka akan menaiki gelombangnya dan mengalir bersama materinya.
  11. Pada saat orang-orang Yahudi kehabisan energi, mereka akan beristirahat dan membiarkan pikiran mereka beristirahat sepenuhnya. Artinya orang-orang Yahudi tidak pernah memaksakan diri untuk belajar bila sedang kelelahan, sumpek, dan sebagainya.
  12. Orang-orang Yahudi merangkum gagasan dan konsep-konsep dengan menggunakan kata-kata kunci yang akan memicu daya ingat setelahnya..
  13. Orang-orang Yahudi menciptakan rangkaian kata-kata kunci dengan menggunakan sebuah cerita yang berkaitan.
  14. Orang-orang Yahudi mengatur materi secara logika, dalam kelompok-kelompok, secara kronologis dan seterusnya.
  15. Orang-orang Yahudi menggunakan akronim, simbol-simbol yang kontras, dan simbol-simbol yang paralel.
  16. Orang-orang Yahudi akan selalu mengulangi apa yang mereka pelajari dan selalu berlatih kembali, kecuali badan dan pikiran mereka sudah terasa letih.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

2 komentar:

rizky lase mengatakan...

bagus

Darul Salam mengatakan...

Tak ada salahnya untuk Ditiru
itu terlihat fositive bagi saya

Poskan Komentar